Bahaya Onani

Perilaku onani pada stadium kronis  yaitu dilakukan secara bertahun-tahun dan  secara eksesif (diluar batas, banyak sekali), masalahnya akan semakin kompleks.

Karena kebiasaan tersebut bukan hanya merupakan pemuasan bagi kebutuhan fisik belaka, tetapi sudah ditambah oleh problem-problem psikologis berupa kebingungan dan  rasa was-was terhadap berbagai dosa dan eksis negatif yang  akan dideritanya.

Sementara ia sendiri tidak mampu lagi mengendalikan diri. Akibatnya, ia menjadi murung, dihantui ketakutan, minder, tak punya pendirian, tak punya keberanian mendekati lawan jenis,  cepat tersinggung, dan  berbagai problema psikologis lainnya.


Para psikolog umumnya sependapat bahwa onani merupakan gejala yang  lumrah atau  biasa terjadi dan tidak ada pengaruh negatif terhadap fisik dan  psikis  jika dilakukan dalam stadium rendah. Paramedis atau para dokter pun nampaknya sependapat, bahwa dalam stadium rendah/normal, onani tidak akan berpengaruh pada kesehatan badan. 

Justru yang menjadi masalah adalah gejala psikologi seperti rasa  was-was, perasaan berdosa, takut, dan lain-lain. Gejala  psikologis inilah  yang mengubah perbuatan onani menjadi gejala fatalogis atau berubah menjadi suatu penyakit yang  kompleks baik  fisik maupun psikis.

Walaupun demikian, perilaku onani, apalagi dilakukan secara eksesif (berlebihan), berakibat buruk terhadap pertumbuhan watak seseorang. Terutama hal  ini menyebabkan kebiasaan pemuasan seksual yang  terlampau murah dan  mudah sehingga daya tahan psikisnya menjadi semakin lemah, terbukti dengan semakin lemahnya daya tahan pengekangan diri.

Kebanyakan orang mengira, akibat  negative dari onani, timbul gejala cepat lelah, sensitivitas yang meningkat, malas bekerja dan belajar, lemahnya daya konsentrasi, gelisah, dan murung. Penelitian menunjukkan bahwa hal itu tidak sepenuhnya benar. Hal itu sebenarnya luapan produk dari krisis psikofisis yang ditimbulkan oleh usia pubertas yang banyak dipengaruhi oleh konflik psikis.

Namun kebiasaan onani secara terus menerus dan berlebihan (eksesif) akan mengakibatkan gejala - gejala fisik yang sangat melelahkan karena menyerap banyak energi dan  kekurangan zat  besi sehingga kelelahan itu nampak sekali manakala melakukan aktivitas yang memeras tenaga seperti kerja  dan belajar.

Yang paling berbahaya adalah jika pelaku onani eksesif sudah merasa bahwa perbuatannya menjemukan sehingga ia menginginkan sesuatu yang berbeda dan  lebih menantang.   Sehingga mereka mulai  berpikir untuk berhubungan intim  dengan lawan jenis di luar nikah.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Bahaya Onani"

Post a Comment

Silahkan di komen....