Masturbasi

Psikolog  Kensey berpendapat bahwa onani merupakan suatu bentuk rangsangan yang dilakukan dengan sengaja pada diri sendiri untuk memperoleh kepuasan erotik. Rangsangan itu tidak hanya bersifat taktil (berkaitan dengan sentuhan atau rabaan), melainkan juga  berkaitan dengan psikis.  Burt menambahkan, obyek  utama rangsangan pada perempuan adalah klitoris  sedangkan pada pria adalah penis.


Pendapat lain  menyatakan bahwa onani merupakan suatu tindakan darurat  untuk menyalurkan hasrat biologis dengan rasa  aman, artinya tidak mengandung banyak resiko. Karena itu, perilaku ini sering dilakukan para remaja untuk mengurangi ketegangan atau menunda perkawinan karena ingin menyelesaikan studi dulu atau  karena belum ada kemampuan secara materi untuk menikah.

Onani atau  sering disebut juga masturbasi, berasal dari  bahasa latin, masturbatio, yang  berarti pemuasan kebutuhan seksual terhadap diri sendiri dengan menggunakan tangan (mastur: tangan, batio: menodai) sehingga masturbasi berarti menodai diri sendiri dengan tangan sendiri (dholimun linnafsih). Ada juga yang menyebut bahwa onani adalah manipulasi alat  kelamin sehingga mendapatkan  kepuasan seksual.

Nama lain bagi onani selain masturbasi adalah zelfbeulekking (penodaan dengan tangan), auto-stimuli, autoetism, self gratification, dan ipsasi. Bahkan para psikolog sering juga  menyebut dengan nama monoseks, yaitu kepuasan seks oleh diri sendiri. Para ulama di  kalangan umat Islam sering menyebut dengan nama istimna’. Jika istimna’ ini dilakukan oleh laki-laki disebut jaldu umrah atau ilthaf.

Istilah  onani diambil dari  nama seseorang yang sering melakukan onani yaitu Onan. Dia hidup di  tanah Arab  sebelum Islam. Di kalangan umat Nasrani kala itu, Onan terkenal orang yang  paling sering melakukan masturbasi. Ketika datang Islam, orang Arab  menyebut perbuatan itu  dengan Az- Zinatu biyadihatau = zina tangan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Masturbasi"

Post a Comment

Silahkan di komen....